Koreknya Aku bagimu

Kau segalanya, katanya
Kau bintang di malamku, ucapnya
Kau bak mentari di pagi senduku, teriaknya
Kau penebar kehangatan bagiku, bisiknya
Dan kau penopang hidupku, sebutnya

Aku pun lantang bertanya, kau bersungguh-sungguh dengan semua itu??
Dia menjawab ragu, tidak…

Lalu buat apa kau beberkan untaian kalimat-kalimat itu padaku??

Dia diam, merunduk dan berlutut…

Aku hanya belajar bersuara padamu, setidaknya untuk awal dan terakhir kalinya sebelum aku…
Meleleh di gelapnya listrik rumahnya yang mati…

Terima kasih korek api, isyarat matanya padaku…

 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s