Bagaimanapun

Bagaimanapun…
Derita sang buah kering hanya dia yang tau
Bagaimana dia terlepas
Terhempas
Terbuang
Tapi apa daya
Sejuknya sang air kuasa telah hidupkan dia sebelumnya
Sebelum kebaikan itu merampas hak hidup bebasnya
Menjadi busuk tak berguna
Hanya keikhlasan yang bisa redamkan amarahnya
Dan keterpaksaan hutang budi hancurkan dendamnya

Lalu apa?
Diam…
Itu saja?
Apakah busuknya jiwanya tak dapat diperbaiki lagi?
Apa hancurnya hatinya dapat digunakan lagi?
Dan apakah dia harus membalas?
Dengan apa?
Bagaimana?
Siapa?
Tidak…!!!
Terbelenggu oleh pemikiran sendiri
Terpasung oleh takdir diri …

06 Maret 2010 jam 2:28

 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s