Aisyah dan Kepingan Rupiahnya

Kencangkan ikatan pinggang, kenakan mukena kuning lusuh

Berjalan semangat menuju rumah Tuhan

Berharap penerimaan berujung peyakinan…

 

Lalu di jalan terlihat seorang tua mengadahkan tangan, meminta belas kasihan

Aisyah tersentuh, enam rupiah di saku ditransfer sejumlah satu keping ke tangan si tua

Lima kepingan uang satu rupiah dikembalikan ke tempatnya…

 

Aisyah lanjutkan perjalanan, terhentak melihat seorang cacat menggendong seorang cacat,

Astaga, aisyah bergumam (lahaulawalaquwata…)

Mereka tampak lelah, lelah menggendong

Lelah bicara jadi penunjuk arah…

 

Aisyah tersentuh,

Selipkan dua keping untuk mereka..

Semoga berkah…

 

Mesjid terlihat menawan

Putih putih biru sedikit hijau

Haruskah hijau? Pikirnya…

Dan tersentak, pada siapa hendak bertanya?

 

Pemimpin desa buncit mendesah di depan mobil kerjanya yang gratisan,

Bahan bakar gratisan

Baju gratisan

Serba murah karena gratisan

Pinjaman, dan bukan punyanya…

 

Aisyah tersentuh, kasihan pikirnya

Tiga kepingan di saku di lempar keras satu persatu…

tuk…!! kena kepala, itu dari si tua

Tuk…!! Kena hidung, itu dari si cacat

Tuk…!! Sangat keras, itu dariku…

aisyah memberi salam dan masuk mesjid untuk shalat…

 
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s