Harta Terima

Kapal perapian

Menyimpan muatan berapi

Pemusnah bara lautan

Lalu…

Lajunya tak berirama memang

Mengepulkan asap kehampaan

Lalu…panasnya membelah kapal usang

Laksana prajurit perang pengkhianat

Lalu?

Labuhnya pun tak terlalu jauh

Tak jauh dari muara kembang panas

Mengukir harta langka tak ternilai

“penerimaan”…

 

(puisi ini memenangkan ajang “lomba puisi Azwar Parfum 13 April 2010″)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s