EMPAT bilangan TAHUN

Aku berjalan sambil menundukan wajah
Jauh amat jauh ke tanah
Memanglingkan muka dari pandangan mereka Image
Yang menyebutku si never si nothing si empty
Menusuk memang, tiada kira sakitnya

Tapi dengan muka tebal yang hampir kadaluarsa kupunya
Aku langsung bisa tuli seketika bila dibutuhkan
Aku bisa langsung buta sesaat ketika diperlukan
Itu yang buatku sedikit mengukir senyum diujung bibir kering ini
Lumayanlah, dosaku tak banyak bertambah dibuatnya…

Sayang, aku tak sempat bahagia denganmu
Karena mereka lebih ada dari kita
Sedang umur kita terpaut jauh
Ketika aku baru mulai
Kau harus berakhir
Ketika masa depan di depan mata
Kau tak bisa ku jumpai disana
Dan ketika pujian manusia berada digenggamanku
Kau sudah tiada

sayang, hari ini tepat empat bilangan dalam tahun masehi kau pergi
Mengukir pilu dihati
Bukan karna sayangku
Tapi karna aku belum dapat bahagia bersamamu
Tidur di rumah megah
Berjalan di karpet merah
Dan makan makanan mewah
Hati sehat jiwa sehat otak sehat

Sayang, aku tak pernah tunjukan sayang padamu
Dengan umur yang kupunya waktu itu, dunia masih urutan pertama di otakku
Sehingga pusingmu tentu ulahku
Maafkan aku…
…..
…..
…..
Sayang, semoga kau tenang disana, ibu…

(16082012)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s